Myths vs Science : 4 Famous Dating Myth





Di film, sinetron, drama seri, novel sampai pada komik, ada beberapa mitos di dalam dunia cinta yang dianggap sebuah kebenaran. Bahkan tidak jarang masyarakat menghakimi orang lain berdasarkan mitos ini.

Padahal, dari sisi ilmiah, kebanyakan dari mitos ini terbukti merupakan suatu kesalahan. Apa yang kamu lihat dan dengar belum tentu benar.

Ini adalah 4 dari banyak mitos yang telah terbukti salah.

4.Gamer adalah jomblo yang kesepian dan tak laku-laku.

Di TV, film dan buku-buku, sering kali dikatakan/diperlihatkan bahwa seorang gamer adalah orang yang tidak pernah menyentuh toket. Disini gamer biasanya identik dengan kaum pria.
Kebanyakan orang membayangkan gamer adalah seorang gendut ataupun kurus kerempeng -muka berminyak-kumal-berkacamata tebal yang hanya memiliki hubungan romantis dengan layar monitor, keyboard, mouse, playstation ataupun x-box.

Tetapi, maaf sekali saudara-saudara, berdasarkan hasil penelitian IGN Entertainment dan Ipsos MediaCT di tahun 2008 , terbukti bahwa intensitas gamer berkencan dalam sebulan, 2 kali lipat lebih banyak daripada para non-gamer.

Kenapa..?
Karena gamer terbukti tidak hanya menarik jutaan pria untuk bermain, tapi karena ekspos media membuat para cewe-cewe kemudian turut berpartisipasi didalamnya. Dan, gamer cewe tidak hanya para cewe-cewe jelek-tidak laku. Namun banyak juga yang merupakan cewe-cewe yang luar biasa beautiful dengan bodi seksi dan kaya raya.

3. Kencan Online hanyalah untuk para pecundang

Oke. Di TV kebanyakan kencan online akan berakhir tidak menyenangkan, mulai dari korban penipuan sampai korban pembunuhan psikopat.
Kita pun sering merasa, kencan online itu hanya buat orang-orang kuper dan orang-orang yang gagal di dunia nyata.


Namun, University of Bath salah satu dari Universitas Top di Inggris membuktikan, 1 dari 5 orang yang mengembangkan hubungan secara online, 94% akan mengarah sebuah kencan beneran di dunia nyata.

Kenapa..? alasan utamanya adalah, saat online, orang-orang akan lebih terbuka dan jujur kepada orang lain. Tentu saja tidak menutup kemungkinan kita bertemu dengan seorang nenek-umur-50tahun yang mengaku baru lulus SMA.

Tapi tidak ada ruginya untuk menyapa cewe-cewe yang ada di dunia maya, terutama yang penampilan dan kata-katanya meyakinkan.

Anda pasti berbohong bila anda tidak pernah me-like atau meng-comment ataupun me-retween postingan status atau kicauan dari cewe-cewe cantik di daftar teman anda.

2. Wanita Memakai Emosi, Pria Dengan Logika

Berapa film yang anda tonton, atau buku yang anda baca memperlihatkan sosok pria sebagai sosok macho, cool dan dengan santainya menghibur seorang gadis yang sedang menangis?
Atau bagaimana seorang jagoan dengan tenang memikirkan cara mengatasi masalah sementara pemeran wanita berteriak-teriak sampai serak dan kemudian panik-lari-lari-gelayutan-ditiang-listrik?



Lagi-lagi, faktanya berbeda. Penelitian Florida State University mengatakan, pria sebenarnya menjadi pihak yang lebih merasakan efek dari sebuah hubungan cinta dibandingkan wanita. Para pria hanya tidak menunjukkannya, mereka hanya akan menangis sambil memeluk bantal dikamar sendirian saat diputuskan kekasihnya.

Kenapa, penelitian menyatakan, para wanita memiliki ikatakan yang kuat diantara sesamanya, baik teman maupun keluarga.Sehingga, saat terluka mereka mendapat banyak dukungan dan semangat. Sementara para pria harus tegar-berdiri sendirian.

Saat anda diputuskan cewe anda, apakah anda langsung menceritakannya kepada teman-teman anda? Tentu tidak.!!

1. Pasangan yang tinggal bersama akan lebih siap menghadapi perkawinan

Mungkin banyak yang tidak setuju akan ide untuk Hidup Serumah, Tinggal Bareng, etc. Namun, seiring jaman, tinggal bareng mulai terasa biasa saja. Ada anggapan didaerah barat sana, bila pasangan tinggal bersama terlebih dahulu sebelum menikah, maka pernikahan mereka akan lebih langgeng. Karena mereka merasa memiliki lebih banyak waktu untuk saling mengenal, mengerti dan menyayangi.

Tapi para peneliti di University of Denver tidak setuju. Pasangan yang tinggal bersama sebelum menikah, memiliki tingkat perceraian yang lebih tinggi dan tingkat kepuasan akan pernikahan yang lebih rendah dibanding mereka yang hidup bersama setelah menikah.

Kenapa..? Karena pasangan yang hidup bersama tanpa pernikahan hanya merasa masuk kedalam tahapan baru didalam divisi berpacaran, jadi hidup tanpa ikatan dan komitmen jangka panjang dianggap lebih menyenangkan daripada pernikahan.


Responses

0 Respones to "Myths vs Science : 4 Famous Dating Myth"

Post a Comment

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by free games